5 chatbot AI teratas yang perlu Anda coba: ChatGPT, Google Bard, dan banyak lagi

5 chatbot AI teratas yang perlu Anda coba: ChatGPT, Google Bard, dan banyak lagi

Road.co.id

Kecerdasan buatan (AI) telah menggemparkan dunia. Ada perkembangan pesat di bidang ini dalam beberapa tahun terakhir, dan hampir setiap perusahaan teknologi besar menerapkan teknologi ini ke dalam rangkaian produknya. Mungkin penggunaan AI yang paling populer saat ini adalah dalam bentuk chatbot AI. Didukung oleh AI generatif, chatbot ini membantu pengguna menyelesaikan tugas seperti terlibat dalam percakapan, melakukan wawancara, dan bahkan membuat koktail baru!

Berdasarkan Model Bahasa Besar (LLM) dan AI generatif, chatbot AI dapat menghasilkan konten baru, seperti teks, gambar, audio, dan lainnya. Mereka melakukannya dengan memanfaatkan algoritme spesifik untuk memproses bahasa alami dan mengubahnya menjadi logika yang kemudian dimasukkan ke dalam kecerdasan buatan.

Jadi, jika Anda ingin memanfaatkan alat-alat canggih ini, lihatlah 5 chatbot AI teratas yang perlu Anda coba sekarang.

1. ObrolanGPT

ChatGPT telah menjadi identik dengan chatbot AI, dan tentunya merupakan salah satu yang paling populer di dunia. Ini adalah model AI generatif berdasarkan arsitektur GPT (Generative Pre-trained Transformer) yang memberi program sejumlah besar data teks untuk membantu AI mempelajari nuansa bahasa manusia. Anda dapat mengajukan pertanyaan apa pun kepada ChatGPT dan itu akan menemukan jawaban yang akan disesuaikan dengan spesifik pertanyaan Anda. Pelatihan berbasis GPT berarti ia juga mampu memahami nuansa pertanyaan bahkan ketika disajikan dalam bahasa manusia yang sederhana. Selain itu, ia juga mengingat perintah sebelumnya dan beradaptasi dengan pengguna saat digunakan untuk sesi yang lama.

2. Google Penyair

Google Bard didasarkan pada kemampuan bahasa dan percakapan generasi berikutnya yang didukung oleh Model Bahasa untuk Aplikasi Dialog (LaMDA). Google Bard dapat menghasilkan beragam respons, bahkan dari pertanyaan dan pertanyaan yang sama atau serupa. Setelah pengguna memberikan perintah, Bard menggunakan konteks dalam perintah tersebut dan interaksi dengan pengguna untuk menyusun beberapa versi respons. Chatbot AI kemudian mengklasifikasikan dan memeriksa responsnya terhadap parameter keamanan yang telah ditentukan.

3. Ernie Bot

Ernie, yang merupakan singkatan dari Enhanced Representation through Knowledge Integration, adalah chatbot AI percakapan yang dikembangkan oleh perusahaan China Baidu. Saat ini merupakan jawaban Tiongkok terhadap ChatGPT OpenAI. Hal ini didasarkan pada Model Bahasa Besar (LLM) internal Baidu, Ernie 3.0-Titan dan Model Generasi Dialog Terlatih (PLATO). Ernie menawarkan kemampuan multi-modal, artinya pengguna dapat berinteraksi dengan layanan AI dengan teks dan gambar baik dalam perintah maupun respons.

4. ObrolanSonic

ChatSonic adalah chatbot percakapan lain yang memanfaatkan kekuatan AI. Berbeda dengan model AI generatif OpenAI, ChatSonic dapat memberikan informasi terkini dengan opsi “Sertakan Data Google Terbaru”. Teknologi seperti GPT-4, Difusi stabil, DALL-E, Natural Language Processing (NLP), dan Machine Learning (ML) digabungkan dalam ChatSonic yang memungkinkan chatbot AI menerima perintah dan menghasilkan respons. Pengguna juga dapat memilih tipe kepribadian, mengaktifkan memori, dan banyak lagi, agar terdengar seperti orang sungguhan!

5. AI-ku

Salah satu chatbot paling menarik dimasukkan ke dalam aplikasi media sosial Snapchat. Disebut My AI, ini berjalan pada teknologi ChatGPT OpenAI yang telah disesuaikan untuk chatbot. Seperti chatbot AI lainnya, AI Saya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan sepele yang menarik, memberikan rekomendasi hadiah, dan banyak lagi. Meskipun awalnya hanya diperuntukkan bagi pelanggan Snapchat+, AI Saya kini dapat diakses oleh semua pengguna Snapchat.

You might also like