Angin matahari yang kuat akan memicu badai matahari hari ini dan besok, NASA mengungkapkan bahayanya

Angin matahari yang kuat akan memicu badai matahari hari ini dan besok, NASA mengungkapkan bahayanya

Road.co.id

Tampaknya masalah badai matahari yang menimpa Bumi tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Setelah memicu badai kelas G3 dan kelas G1 dalam waktu seminggu, ada kemungkinan badai matahari lain akan segera terjadi. Namun berbeda dengan dua kejadian sebelumnya, kejadian kali ini tidak disebabkan oleh lontaran massa korona (CME). Sebaliknya, angin matahari yang bergerak cepat mungkin menjadi penyebabnya. Badai serupa mengguncang bumi pada tanggal 28 Oktober, ketika celah di medan magnet bumi terbuka. Meskipun kali ini tidak demikian, bombardir angin matahari yang hebat diperkirakan akan menimbulkan badai matahari antara hari ini, 8 November, dan besok, 9 November.

Menurut laporan SpaceWeather, “Badai geomagnetik kelas G1 kecil mungkin terjadi pada tanggal 8 dan 9 November ketika Bumi memasuki aliran angin matahari yang bergerak cepat. Materi gas tersebut mengalir dari lubang selatan di atmosfer matahari”. Disebutkan pula bahwa aurora bisa terlihat di wilayah lintang tinggi.

Badai matahari diperkirakan terjadi besok

Prakiraan tersebut mengantisipasi badai kelas G1, yang mengindikasikan kemungkinan akan memicu aurora dan berpotensi mengganggu gelombang radio, sehingga mengakibatkan gangguan komunikasi bagi berbagai kelompok seperti pelaut, penerbang, pilot drone, dan operator radio amatir.

Namun, badai matahari mempunyai potensi dampak yang luas. Dalam kasus yang paling parah, badai ini dapat mengganggu GPS dan jaringan seluler, menghambat konektivitas internet, merusak satelit, memicu kegagalan jaringan listrik, dan bahkan membahayakan perangkat elektronik di darat.

Peran Observatorium Dinamika Surya NASA

Solar Dynamics Observatory (SDO) NASA memiliki serangkaian instrumen lengkap untuk mengamati Matahari dan telah melakukannya sejak tahun 2010. Observatorium ini menggunakan tiga instrumen yang sangat penting untuk mengumpulkan data dari berbagai aktivitas matahari. Ini termasuk Helioseismic and Magnetic Imager (HMI) yang melakukan pengukuran resolusi tinggi dari medan magnet longitudinal dan vektor di seluruh piringan matahari yang terlihat, Extreme Ultraviolet Variability Experiment (EVE) yang mengukur radiasi ultraviolet ekstrim Matahari, dan Atmospheric Imaging Majelis ( AIA) yang menyediakan pengamatan disk penuh secara terus menerus terhadap kromosfer matahari dan corona di tujuh saluran ultraviolet ekstrim (EUV).

You might also like