Asteroid seukuran rumah yang melewati Bumi dalam jarak dekat hari ini, berjarak sedekat 4,2 juta km, kata NASA

Asteroid seukuran rumah yang melewati Bumi dalam jarak dekat hari ini, berjarak sedekat 4,2 juta km, kata NASA

Road.co.id

Dengan bantuan teleskop canggih berbasis darat dan luar angkasa, NASA telah melacak sebuah asteroid yang orbitnya akan membawanya sangat dekat dengan Bumi saat ini. Orbit asteroid-asteroid ini, yang juga dikenal sebagai batuan luar angkasa kuno, sering kali membawa mereka sangat dekat dengan Bumi, dan hal ini dikenal sebagai ‘pendekatan jarak dekat’. Menurut Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS), sebuah asteroid, yang diberi sebutan Asteroid 2023 VT3, sedang dalam perjalanan dan mungkin mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada hari ini, 10 November.

Asteroid 2023 VT3: Detailnya

Batuan luar angkasa dekat Bumi ini diperkirakan akan melewati Bumi hari ini pada jarak dekat sekitar 4,2 juta kilometer. Ia sudah meluncur di orbitnya dengan kecepatan sekitar 27.031 kilometer per jam, jauh lebih cepat daripada Rudal Balistik Antarbenua (ICBM)!

Bagaimana batuan luar angkasa ini bisa mendekati Bumi? NASA mengatakan bahwa orbit asteroid dapat diubah oleh gravitasi Jupiter yang sangat besar dan pertemuan jarak dekat yang sesekali terjadi dengan planet seperti Mars atau objek lainnya. Pertemuan yang tidak disengaja ini dapat menjatuhkan asteroid dari sabuk utama dan melemparkannya ke luar angkasa ke segala arah melintasi orbit planet lain.

Menurut NASA, ia termasuk dalam kelompok Asteroid Aten, yaitu Asteroid Dekat Bumi (NEA) yang melintasi Bumi dengan sumbu semi-mayor lebih kecil dari Bumi. Nama mereka diambil dari asteroid 2062 Aten dan yang pertama dari jenisnya ditemukan oleh astronom Amerika Eleanor Helin di Observatorium Palomar pada 7 Januari 1976.

Seberapa besar asteroidnya?

Dari segi ukuran, Asteroid 2023 VT3 memiliki lebar hampir 60 kaki, hampir sebesar rumah! Meskipun ukurannya hampir sebesar asteroid Chelyabinsk yang menyebabkan kerusakan di Bumi pada tahun 2013, batuan luar angkasa ini tidak cukup besar untuk diklasifikasikan sebagai Benda Berpotensi Berbahaya dan diperkirakan tidak akan menimbulkan kerusakan apa pun di Bumi.

Hubungan dekat dengan asteroid ini menyoroti pentingnya pengembangan teknologi berkelanjutan dalam program deteksi dan pemantauan asteroid seperti uji DART NASA. Hal ini akan membantu menjamin keamanan planet kita dari potensi dampak batuan luar angkasa tersebut.

You might also like