Bagaimana Huawei bisa melewati sanksi AS dengan prosesor Kirin 9000S?

Bagaimana Huawei bisa melewati sanksi AS dengan prosesor Kirin 9000S?

Road.co.id

12 Oktober 1402 pukul 14:02

Meskipun ada sanksi AS, bagaimana Huawei berhasil memproduksi dan menggunakan prosesor 7nm Kirin 9000S pada produk andalan barunya?

Jika Anda mengikuti berita teknologi, Anda mungkin tahu bahwa Huawei berada di bawah sanksi keras AS. Namun Tiongkok berupaya keras mencari cara untuk menghindari sanksi ini. Kini, teknologi manufaktur prosesor Kirin 9000S, yang dianggap sebagai jantung dari ponsel seri Mate 60 Huawei, menjadi kontroversial akhir-akhir ini karena kemungkinan menghindari sanksi AS. Baru-baru ini, sebuah perusahaan elektronik asal Jepang mengaku telah membeberkan rahasia pembuatan chipset bertenaga tersebut.

Pada akhir Agustus, Huawei meluncurkan Mate 60 Pro dengan konektivitas 5G dan prosesor Kirin 9000S. Meskipun ada sanksi AS terhadap perusahaan ini yang melarangnya membuat chip dengan teknologi lebih baru, arsitektur 7nm pada chipset ini menimbulkan banyak kejutan dan spekulasi.

Bagaimana prosesor 7nm Kirin 9000S dibuat?

Prosesor Huawei Kirin 9000S

Menurut perusahaan elektronik Jepang tersebut, prosesor baru Huawei yang diproduksi oleh SIMC China sebenarnya mengikuti proses manufaktur 14nm, yang sejalan dengan sanksi AS. Namun, pabrikan mungkin menggunakan teknik khusus untuk mencapai kinerja 7nm pada chip ini.

Penting untuk dipahami bahwa semakin sedikit node dalam sebuah prosesor, semakin tinggi kinerja dan efisiensi energinya. Oleh karena itu, wajar jika Apple memproduksi chip A17 Bionic 3nm untuk seri iPhone 15 Pro.

Namun perdebatan mengenai prosesor Kirin 9000S berkisar pada sanksi AS untuk mencegah Huawei mengakses teknologi Amerika. Oleh karena itu, jika laporan perusahaan asal Jepang tersebut benar, Huawei dan SIMIC akan tetap mematuhi pembatasan yang berlaku saat ini.

Namun, misteri teknik spesifik yang digunakan untuk menghadirkan kinerja 7nm pada prosesor yang dibangun pada arsitektur 14nm masih belum terpecahkan. Saat ini, informasi yang tersedia mengenai teknologi misterius ini masih terbatas, dan Huawei serta SMIC juga masih bungkam mengenai hal tersebut.

Dalam dunia teknologi semikonduktor, mencapai kinerja optimal meski dikenakan sanksi ketat merupakan pencapaian yang luar biasa. Hal ini dimungkinkan oleh upaya terus-menerus dalam melakukan inovasi oleh perusahaan seperti Huawei dan tekad mereka untuk menghadirkan produk-produk canggih bahkan dalam kondisi yang penuh tantangan.

Fakta bahwa komunitas teknologi sangat menantikan pengungkapan lebih lanjut tentang teknik khusus dan misterius ini menunjukkan betapa kompetitif dan fleksibelnya dunia prosesor ponsel pintar saat ini.

You might also like