Berapa banyak orang di dunia yang memiliki ponsel pintar?

Berapa banyak orang di dunia yang memiliki ponsel pintar?

Road.co.id

25 Oktober 1402 pukul 21:44

Menurut laporan GSM terbaru, sekitar setengah populasi dunia memiliki akses ke ponsel pintar dan terhubung ke Internet! Statistik ini dinilai sangat menguntungkan bagi industri telepon seluler.

Peran ponsel dalam kehidupan sehari-hari masyarakat awam pengguna ponsel tidak tersembunyi dari siapa pun. Gadget ini telah banyak merambah kehidupan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir; Menurut laporan GSMA, pada akhir tahun 2022, lebih dari separuh populasi dunia akan memiliki ponsel pintar. Jumlah ini setara dengan sekitar 4,3 miliar orang.

Persentase yang tinggi ini dinilai menjadi tujuan besar bagi industri ponsel dan menandakan keberuntungan gadget tersebut. Bersamaan dengan laporan tersebut, GSMA juga melaporkan bahwa sekitar 57% populasi dunia (sekitar 4,7 miliar orang) aktif menggunakan Internet.

Separuh populasi dunia menggunakan ponsel pintar dan Internet

Populasi ponsel pintar di dunia

Statistik terpisah mengenai pengguna telepon seluler dan Internet menunjukkan bahwa sekitar empat miliar orang di dunia terhubung ke Internet melalui telepon seluler mereka. Jumlah ini sekitar 49% dari populasi dunia. Meski demikian, hingga saat ini, 8% populasi dunia, yaitu sekitar 600 juta orang, menggunakan ponsel semi-smart (Feature Phones)!

Selain itu, sekitar 350 juta pengguna ponsel juga memutuskan untuk tidak terhubung ke Internet dengan ponsel mereka! Selain itu, pada akhir tahun 2022, sekitar 69% ponsel yang digunakan masyarakat di dunia akan mendukung internet 4G; Sedangkan 17% ponsel yang ada di pasaran sudah 5G dan 14% hanya bisa menggunakan internet 3G.

Tentu saja, meskipun terjadi pertumbuhan pengguna telepon seluler dan internet secara keseluruhan pada tahun 2022, tingkat pertumbuhan penetrasi telepon seluler di kalangan masyarakat dunia menghadapi penurunan pada tahun ini. Menurut GSMA tahun ini, sekitar 200 juta pengguna baru mulai menggunakan ponsel pintar; Sedangkan angkanya sekitar 300 juta orang pada tahun 2021 dan 2020.

Sebagian besar pertumbuhan ini terkait dengan negara-negara menengah dan lemah di dunia. Menurut statistik, pada tahun 2022, sekitar 30 juta orang dari negara-negara miskin akan mendapatkan manfaat dari internet berkecepatan tinggi. Dengan cara ini, sekitar seperempat penduduk negara-negara miskin dan menengah di dunia kini dapat terhubung ke Internet.

Laporan seluler di dunia

Lumayan untuk mengetahui bahwa saat ini sekitar 5% populasi dunia (sekitar 400 juta orang) tidak memiliki akses terhadap Internet bandwidth tinggi. Dalam hal ini, GSMA meyakini bahwa penduduk daerah pedesaan terpencil di negara-negara yang sangat miskin termasuk dalam kategori masyarakat tersebut.

GSMA juga melaporkan bahwa sekitar 3,4 juta orang di dunia tidak terhubung ke Internet. Tentu saja, hampir 90% dari orang-orang ini tinggal di wilayah yang terjangkau internet berkecepatan tinggi. Oleh karena itu, tidak tersambungnya orang-orang ini ke Internet bukan karena keterbatasan infrastruktur, melainkan karena pilihan pribadi mereka.

Laporan analitis GSMA mengenai tingkat penetrasi ponsel pintar dan Internet di dunia

Salah satu laporan terpenting dan terperinci yang diterbitkan GSMA setiap tahunnya adalah laporan mengenai keadaan industri seluler di dunia. Laporan ini didasarkan pada berbagai data ekonomi, teknologi, bahkan sosial budaya. Laporan ini diproduksi setiap tahun dan dipresentasikan setiap tahun di acara mobile MWC Barcelona.

Perangkat seluler

Menurut laporan terbaru GSMA, saat ini terdapat sekitar 5,9 miliar pengguna ponsel unik di dunia. Angka ini setara dengan 76% populasi dunia. Selain itu, temuan-temuan berikut ini termasuk temuan terpenting yang dilaporkan oleh GSMA:

  • Diperkirakan pada tahun 2030, jumlah orang yang terhubung dengan teknologi telekomunikasi generasi kelima (5G) akan mencapai sekitar 5 miliar orang.
  • Wilayah geografis Asia-Pasifik dianggap sebagai pasar seluler terbesar di dunia; Sehingga lebih dari 2,8 miliar pengguna unik aktif di dalamnya.
  • Industri seluler dan ponsel pintar dianggap sebagai salah satu kekuatan penting perekonomian global dan mencapai nilai sebesar 4,9 triliun dolar pada tahun 2020.

Perbedaan gender dalam penggunaan smartphone di dunia

Diskriminasi gender seluler

Selain laporan tingkat penetrasi ponsel pintar pada populasi dunia, bagian penting laporan GSMA juga terkait pola penggunaan ponsel oleh berbagai ras dan jenis kelamin. Bagian dari analisis GSMA ini sebagian besar dilakukan di negara-negara yang ekonominya lemah.

Menurut temuan terbaru lembaga ini, perempuan masih memiliki akses 7% lebih sedikit terhadap ponsel pintar dibandingkan laki-laki. Selain itu, perempuan juga 16% lebih sedikit terhubung ke internet berkecepatan tinggi dibandingkan laki-laki. Bagian dari penelitian GSMA ini juga mencakup temuan-temuan utama berikut:

  • Tingkat penetrasi ponsel di kalangan perempuan berdampak besar dalam mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender. Ketika perempuan memiliki akses terhadap ponsel, maka informasi yang mereka peroleh mengenai lingkungan sekitar dan situasi sosial akan sama persis dengan laki-laki.
  • Kesenjangan gender dalam kepemilikan ponsel meningkat dari 16% pada tahun 2020 menjadi 18% pada tahun 2021. Isu ini menunjukkan lambatnya proses pengurangan diskriminasi gender di dunia.
  • Mengurangi percakapan antara laki-laki dan perempuan memerlukan perubahan pada telepon seluler, termasuk membuat produk-produk tersebut lebih murah dan mempermudah penggunaan telepon seluler.

Apa kepanjangan dari GSMA?

GSMA adalah singkatan dari Groupe Speciale Mobile Association dan merupakan organisasi yang aktif memantau dan mengelola operator seluler di seluruh dunia. Lembaga ini didirikan pada tahun 1987 dan kantor pusatnya berlokasi di London.

Misi utama GSMA adalah untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan industri seluler di seluruh dunia dan menyediakan platform untuk pengoperasian yang tepat bagi operator seluler di berbagai belahan dunia. Lembaga ini juga bertanggung jawab mengumpulkan dan menganalisis data terkait berbagai parameter industri telepon seluler dan secara berkala menyajikan berbagai laporan industri ini.

Kesimpulan

Populasi ponsel pintar di dunia

GSMA dianggap sebagai organisasi yang sangat vital dan penting bagi pasar seluler dan laporan tahunannya memberi kita informasi yang sangat berguna tentang tingkat penetrasi telepon seluler di antara populasi dunia.

Menurut temuan baru lembaga ini, kini lebih dari separuh masyarakat dunia memiliki akses terhadap ponsel pintar. Namun, terdapat kesenjangan gender yang sangat besar dalam akses terhadap telepon seluler, dan perempuan pada umumnya memiliki akses yang lebih terbatas terhadap telepon pintar dan internet berkecepatan tinggi!

GSMA juga melaporkan bahwa 54% populasi dunia kini menggunakan telepon seluler dan 57% (sekitar 4,6 miliar orang) aktif menggunakan Internet. Dari jumlah tersebut, sekitar 4 miliar orang di seluruh dunia terhubung ke Internet melalui ponsel pintar mereka.

Selain itu, sekitar 600 juta orang di dunia masih menggunakan ponsel semi-smart dan 350 juta pemilik ponsel memilih untuk tidak terhubung ke Internet! Selain itu, 5% populasi dunia, yaitu sekitar 400 juta orang, tidak memiliki akses terhadap Internet dengan bandwidth tinggi, dan 3,4 miliar orang berada di wilayah yang terjangkau Internet; Namun mereka memutuskan untuk tidak terhubung ke World Wide Web!

You might also like