Google Play Store menghapus Aplikasi Pencarian Kerja Naukri.com, Perekrut Naukri, Aplikasi Pencarian Kerja Naukrigulf, 99acres dan Shiksha

Google Play Store menghapus Aplikasi Pencarian Kerja Naukri.com, Perekrut Naukri, Aplikasi Pencarian Kerja Naukrigulf, 99acres dan Shiksha

Road.co.id

Baru-baru ini, Info Edge (India) Ltd mengumumkan bahwa aplikasi seluler terkemuka termasuk Aplikasi Pencarian Kerja Naukri.com, Perekrut Naukri, Aplikasi Pencarian Kerja Naukrigulf, 99acres dan Shiksha telah dihapus dari Google Play Store. Tindakan ini mengikuti tindakan keras Google terhadap aplikasi di India, yang menargetkan aplikasi yang terlibat perselisihan mengenai pembayaran biaya layanan.

Keputusan Google untuk menghapus aplikasi berasal dari tuduhan bahwa beberapa perusahaan di India, termasuk beberapa perusahaan mapan, telah menghindari pembayaran biaya meskipun mendapatkan keuntungan dari platform tersebut. Akibatnya, Info Edge (India) Ltd menemukan aplikasinya dihapus dari daftar tanpa pemberitahuan penting sebelumnya, sehingga mengejutkan perusahaan tersebut.

Meskipun langkah ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna, Info Edge meyakinkan bahwa mereka yang telah mengunduh aplikasinya dapat terus menggunakannya. Selain itu, pengguna yang mengakses aplikasi melalui platform lain seperti Apple App Store atau platform web tetap tidak terpengaruh oleh penghapusan dari Google Play Store.

Perusahaan menyatakan niatnya untuk berkolaborasi dengan Google untuk segera mengaktifkan kembali aplikasi selulernya di Play Store. Namun perselisihan berkisar pada pengenaan biaya layanan oleh Google yang berkisar antara 11-26% pada pembayaran dalam aplikasi. Struktur biaya ini menjadi pertanyaan setelah badan anti persaingan India, CCI, mengamanatkan penghapusan biaya yang sebelumnya sebesar 15-30%.

Terlepas dari klaim Info Edge mengenai pembayaran faktur tepat waktu dan kepatuhan terhadap kebijakan Google, aplikasi tersebut dihapus setelah keputusan Mahkamah Agung untuk tidak memberikan keringanan sementara kepada perusahaan yang menolak biaya platform.

Menanggapi perkembangan ini, pendiri Info Edge, Sanjeev Bikhchandani, menekankan perlunya App Store atau Play Store yang terintegrasi ke dalam Infrastruktur Publik Digital India, seperti UPI dan ONDC. Pernyataan Bikhchandani menggarisbawahi pendekatan strategis yang diperlukan untuk menavigasi kompleksitas kebijakan toko aplikasi di negara tersebut.

Saat Info Edge dan Google terlibat dalam diskusi untuk menyelesaikan masalah ini, insiden ini menggarisbawahi diskusi yang lebih luas seputar infrastruktur digital dan kerangka peraturan di lanskap teknologi India yang berkembang pesat.

You might also like