Kejutan! Oksigen terdeteksi di Venus dalam jumlah besar di planet neraka ini

Kejutan!  Oksigen terdeteksi di Venus dalam jumlah besar di planet neraka ini

Road.co.id

Secara mengejutkan, para astronom Jerman telah mengungkap keberadaan oksigen di atmosfer Venus, sehingga menantang pemahaman konvensional tentang komposisi planet tersebut. Penemuan ini, yang mencakup sisi siang dan malam Venus, dapat memberikan wawasan penting mengenai perbedaan mencolok antara Bumi dan apa yang disebut “Diri Kedua”. Meskipun Venus adalah tetangga terdekat Bumi dan memiliki ukuran yang sangat mirip, yaitu dengan radius 6.052 km dibandingkan dengan radius Bumi 6.371 km, kedua planet ini memiliki atmosfer yang sangat berbeda. Meskipun kondisi di Bumi telah mendorong kehidupan berkembang, hal yang terjadi di Venus justru sebaliknya dan dapat digambarkan sebagai ‘neraka’. Faktanya, Venus dikenal sebagai ‘kembaran jahat’ Bumi.

Meskipun Bumi memiliki campuran oksigen dan nitrogen yang menunjang kehidupan, Venus diselimuti oleh atmosfer yang terdiri dari sekitar 96% karbon dioksida (CO2), 3,5% molekul nitrogen, dan sejumlah kecil berbagai gas, termasuk karbon monoksida, sulfur dioksida, uap air. , argon, dan helium, Cosmosmagazine melaporkan.

Kami sekarang ada di WhatsApp. Klik untuk bergabung.

Efek rumah kaca

Atmosfer Venus yang besar dan kuat memberikan tekanan yang sangat besar sebesar 93 bar di permukaan planet, serupa dengan tekanan yang dialami sekitar 900 meter di bawah air Bumi. Para ilmuwan mengaitkan kondisi ekstrem ini dengan “efek rumah kaca yang tak terkendali”, sebuah proses yang mengubah Venus dari kondisi yang berpotensi mirip Bumi menjadi kondisi yang tidak ramah lingkungan saat ini.

Temuan baru-baru ini, berdasarkan pengamatan dari pesawat Observatorium Stratosfer untuk Astronomi Inframerah NASA, menunjukkan bahwa oksigen dihasilkan di sisi siang hari Venus melalui pemecahan CO2 dan karbon monoksida (CO). Oksigen ini kemudian diangkut ke sisi malam melalui sirkulasi atmosfer, menantang asumsi sebelumnya tentang dinamika atmosfer planet.

Venus, yang terkenal dengan rotasinya yang lamban, mengalami satu hari yang berlangsung selama 243 hari Bumi, sementara menyelesaikan orbit mengelilingi Matahari setiap 225 hari, menghasilkan satu hari yang lebih lama dari satu tahun. Penelitian yang menganalisis 17 titik di sisi siang dan malam planet ini mengungkapkan keberadaan oksigen di semua lokasi.

Pengamatan sebelumnya telah mengidentifikasi oksigen atom, bukan oksigen molekuler (O2), dalam cahaya udara malam Venus, sebuah pancaran cahaya redup dari atmosfer planet di sisi malam. Namun studi terbaru memperluas temuan ini dan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang distribusi oksigen di atmosfer Venus.

Konsentrasi oksigen tertinggi ditemukan 100 km di atas permukaan Venus, mendorong para ilmuwan untuk mempertimbangkan kembali faktor-faktor yang mempengaruhi komposisi atmosfer planet tersebut. Penemuan tak terduga ini tidak hanya memperdalam pemahaman kita tentang Venus tetapi juga menimbulkan pertanyaan baru tentang evolusi kompleks planet ini dan potensi implikasinya terhadap misi eksplorasi ruang angkasa di masa depan.

Satu hal lagi! HT Tech sekarang ada di Saluran WhatsApp! Ikuti kami dengan mengklik link tersebut agar Anda tidak ketinggalan update apapun dari dunia teknologi. Klik di sini untuk bergabung sekarang!

You might also like