Misi Aditya-L1 ditetapkan untuk mengungkap misteri matahari saat mendekati posisi target

Misi Aditya-L1 ditetapkan untuk mengungkap misteri matahari saat mendekati posisi target

Road.co.id

Badan antariksa India, ISRO, membuat kemajuan signifikan dengan misi Aditya-L1 yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kita tentang Matahari. Dilengkapi dengan tujuh instrumen mutakhir, pesawat luar angkasa ini tidak hanya mengamati Matahari dari jarak jauh tetapi juga mengukur partikel berenergi tinggi yang dipancarkan saat melakukan perjalanan. Data ini sangat penting untuk memantau cuaca luar angkasa dan mendapatkan wawasan tentang proses dinamis matahari, yang masih diselimuti misteri.

Teka-teki Kromosfer

Fokus utama misi ini adalah mengungkap proses pemanasan Matahari yang penuh teka-teki, mulai dari kromosfer hingga corona. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa struktur halus di kromosfer menyimpan jawaban mengapa atmosfer luar lebih panas daripada permukaan, mirip dengan api unggun yang semakin panas saat seseorang menjauh darinya.

Kami sekarang ada di WhatsApp. Klik untuk bergabung.

Meskipun Aditya-L1 tidak memiliki instrumen inframerah untuk menghindari saturasi oleh sinar matahari yang intens, Aditya-L1 telah mengirimkan data dari instrumen Supra Thermal and Energetic Particle Spectrometer (STEPS) dan High Energy L1 Orbiting X-ray Spectrometer (HEL1OS).

Perjalanan ke L1

Menuju titik Lagrange pertama Matahari (L1), wilayah yang gravitasinya stabil, pesawat ruang angkasa ini menghadapi tantangan dalam melacak posisinya karena Matahari selalu berada di depan dan Bumi di belakang. Namun, sudut pandang unik ini ideal untuk konsumsi bahan bakar minimal.

Ketua ISRO S Somanath menekankan pentingnya misi ini, menyoroti potensinya untuk meningkatkan pemahaman kita tentang dampak matahari terhadap cuaca luar angkasa. Rangkaian instrumen pada Aditya-L1 tidak hanya akan memberikan data berharga tetapi juga membantu dalam menafsirkan pengamatan dari misi luar angkasa lainnya.

Pembaruan Misi

Menteri Luar Angkasa Jitendra Singh menyampaikan kabar terbaru, mencatat bahwa misi Aditya telah mulai mengirimkan data dan dijadwalkan untuk mulai beroperasi penuh pada bulan Januari. Wahana antariksa yang diluncurkan pada 2 November 2023 itu diperkirakan mencapai posisi target pada minggu kedua Januari. Setelah berada di titik L1, Aditya-L1 akan terus mengamati Matahari tanpa gangguan, memberikan wawasan yang belum pernah ada sebelumnya mengenai dinamika bintang induk kita, PTI melaporkan.

Satu hal lagi! HT Tech sekarang ada di Saluran WhatsApp! Ikuti kami dengan mengklik link tersebut agar Anda tidak ketinggalan update apapun dari dunia teknologi. Klik di sini untuk bergabung sekarang!

You might also like