Misteri Luar Angkasa: OSIRIS-REx NASA Mengungkap Beberapa Asal Usul Kuno Planet Bumi

Misteri Luar Angkasa: OSIRIS-REx NASA Mengungkap Beberapa Asal Usul Kuno Planet Bumi

Road.co.id

Tujuan utama para ilmuwan luar angkasa adalah untuk menemukan asal usul kehidupan dan kemudian mencari tahu bagaimana segala sesuatunya dapat bergerak di masa depan dengan cara yang lebih baik dan lebih dapat diprediksi. Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, namun para ilmuwan di seluruh dunia sedang bekerja keras untuk mewujudkannya. Pada tahun 2023, pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx milik NASA membuat penemuan inovatif di asteroid Bennu, yang menjelaskan unsur-unsur penyusun kehidupan di Bumi. Temuan luar biasa ini menambah pemahaman kita tentang bagaimana Bumi menjadi planet yang menopang kehidupan.

Misi OSIRIS-REx NASA mengungkap bukti “bahan penyusun kehidupan di Bumi” setelah mengumpulkan sampel dari asteroid Bennu.

Misi ini memberikan wawasan penting mengenai peran asteroid seperti Bennu dalam membentuk keberlanjutan bumi, dan menegaskan pentingnya peran tersebut.

Administrator NASA, Bill Nelson, menyebutnya sebagai “sampel asteroid kaya karbon terbesar yang pernah dikirim ke Bumi”, menawarkan keuntungan signifikan dalam menyelidiki kondisi awal Bumi yang menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi kehidupan.

Misi OSIRIS-REx, yang dimulai pada tahun 2016, melakukan studi selama dua tahun di Bennu, dan pada tahun 2020, mengumpulkan sekitar 8,8 ons sampel dari asteroid tersebut.

Pesawat ruang angkasa itu kembali ke Bumi, dan mendaratkan kendaraan yang masuk kembali di gurun Utah sebulan yang lalu, membawa kembali temuannya yang mengesankan.

Para ilmuwan dengan cermat memeriksa sampel yang dikumpulkan untuk mengungkap rahasia asteroid dan mendapatkan wawasan berharga tentang sejarah Bumi. Mereka mendapatkan lebih dari yang mereka harapkan karena kendaraan tersebut dilapisi dengan material yang lebih banyak dari yang diperkirakan.

Misi OSIRIS-REx tidak melambat; pihaknya bersiap untuk misi lain untuk mengeksplorasi misteri asteroid Apophis. NASA mengungkapkan bahwa pesawat luar angkasa tersebut tidak mendarat, namun melanjutkan misi baru, OSIRIS-APEX, untuk menjelajahi asteroid Apophis setelah membuang sampel asteroid tersebut ke bumi.

Penemuan ini menandai langkah maju yang signifikan dalam penelitian luar angkasa, meskipun analisis TAGSAM, perangkat pengumpulan sampel utama, masih belum dilakukan.

Temuan ini berkontribusi pada pemahaman kita tentang bagaimana kehidupan berevolusi di Bumi dan menggarisbawahi pentingnya mempelajari benda langit seperti Bennu.

Pencarian pengetahuan tentang alam semesta terus berlanjut, dan setiap hari membawa kita semakin dekat untuk mengungkap misterinya, menekankan pentingnya eksplorasi ruang angkasa yang berkelanjutan.

You might also like