NASA mengatakan asteroid kelompok Apollo akan terbang melewati Bumi hari ini

NASA mengatakan asteroid kelompok Apollo akan terbang melewati Bumi hari ini

Road.co.id

Melalui berbagai eksperimen, para ilmuwan mengetahui bahwa meskipun asteroid berpotensi menyebabkan kerusakan besar jika menabrak Bumi, objek-objek tersebut juga dapat menjadi pusat sumber daya. Para ilmuwan mempelajari asteroid untuk mempelajari lebih lanjut tentang awal tata surya dan kondisi yang ada saat planet-planet terbentuk. Namun, sebuah eksperimen yang benar-benar baru dapat berarti bahwa asteroid juga dapat melindungi Bumi dari sinar matahari yang terik, sehingga mengurangi perubahan iklim! Langkah ini, yang digagas oleh astronom Istvan Szapudi, dari Institut Astronomi Universitas Hawai’i, mengusulkan perisai atau naungan manajemen radiasi matahari (SRM) berbasis ruang angkasa yang ditambatkan ke asteroid sebagai penyeimbang.

Dalam perkembangan lainnya, NASA kini telah mengungkapkan bahwa sebuah asteroid akan melewati Bumi sangat dekat hari ini dan telah mengeluarkan rincian tentang pendekatannya yang dekat.

Asteroid 2023 VD3: Detail tentang pendekatan jarak dekat

Badan antariksa tersebut telah mengeluarkan peringatan adanya asteroid yang akan terbang melewati Bumi sangat dekat pada hari ini, 8 November. Rinciannya, asteroid yang mendapat sebutan Asteroid 2023 VD3 ini akan melewati Bumi pada jarak kurang lebih 490.000 kilometer, yaitu hanya 100.000 lebih jauh dari Bulan!

Dari segi ukuran, Asteroid 2023 VD3 memiliki lebar antara 32 kaki hingga 75 kaki, hampir sebesar rumah! Asteroid tersebut tidak hanya akan melewati Bumi dalam jarak dekat, tetapi ia juga bergerak dalam orbitnya dengan kecepatan sangat tinggi yaitu 64453 kilometer per jam, yang hampir sama cepatnya dengan kecepatan pesawat ulang-alik!

Ia termasuk dalam kelompok Asteroid Dekat Bumi Apollo, yang merupakan batuan luar angkasa yang melintasi Bumi dengan sumbu semi-mayor lebih besar dari sumbu Bumi. Nama asteroid ini diambil dari nama asteroid Apollo tahun 1862 yang sangat besar, yang ditemukan oleh astronom Jerman Karl Reinmuth pada tahun 1930-an.

Asteroid ini pernah melewati Bumi sebelumnya, ungkap NASA. Ia terbang melewati Bumi pada 22 Mei 1925, pada jarak 15 juta kilometer. Namun, setelah hari ini, diperkirakan tidak akan ada lagi pendekatan ke Bumi dalam waktu dekat.

AI membantu dalam penemuan asteroid

Kecerdasan buatan (AI) adalah bidang yang berkembang pesat dan mulai menonjol di hampir semua sektor. Bahkan baru-baru ini membantu India berhasil menempatkan pendaratnya di Kutub Selatan bulan, menjadikannya negara pertama di dunia yang melakukannya. Para astronom juga beralih ke algoritma untuk berburu asteroid. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh University of Washington, sebuah algoritma bernama HelioLinc3D membantu para peneliti menemukan asteroid yang berpotensi berbahaya. Asteroid 2022 SF289, yang lebarnya hampir 600 kaki, ditemukan selama pengujian algoritma di Hawaii dan belum dianggap berbahaya di masa mendatang.

You might also like