Pelopor AI, Yoshua Bengio, memperingatkan agar perusahaan teknologi besar tidak membiarkan aturannya mengendalikan

Pelopor AI, Yoshua Bengio, memperingatkan agar perusahaan teknologi besar tidak membiarkan aturannya mengendalikan

Road.co.id

Dalam dunia Artificial Intelligence (AI), ada masalah besar yang harus kita waspadai, kata salah satu bapak baptis AI. Tokoh yang dihormati di bidang ini, Yoshua Bengio, prihatin dengan semakin besarnya kekuatan beberapa perusahaan besar di bidang AI. Dia khawatir perusahaan-perusahaan ini memiliki terlalu banyak kendali atas teknologi AI. Dia bahkan menganggap ini adalah salah satu masalah utama yang kita hadapi terkait AI.

Konsentrasi Kekuatan dalam AI

Bengio, yang telah memenangkan Turing Award yang bergengsi atas karyanya di bidang AI, baru-baru ini berbicara kepada Insider tentang kekhawatirannya. Ia berkata, “Kita membuat sistem AI yang semakin canggih, dan pertanyaan besar bagi demokrasi adalah siapa yang berhak mengendalikan sistem ini? Apakah ada risiko bahwa hanya sedikit perusahaan yang akan memiliki seluruh kekuatan tersebut?” Ini adalah pertanyaan penting yang ada dalam pikirannya selama bertahun-tahun, namun perkembangan terkini, seperti munculnya sistem seperti ChatGPT, membuatnya semakin khawatir tentang masalah ini.

Pengaruh Pemimpin Teknologi terhadap Aturan AI

Yann LeCun, tokoh penting lainnya di bidang AI, juga menyuarakan keprihatinan serupa. Dia menyarankan agar para pemimpin teknologi berpengaruh seperti Sam Altman dari OpenAI mencoba mengendalikan AI dengan mendorong peraturan dan regulasi yang lebih ketat. Namun, Bengio tidak setuju dengan gagasan tersebut. Dia tidak berpikir para pemimpin teknologi ini mencoba mengambil alih industri AI.

Bengio yakin bahwa sudah jelas bahwa kita tidak boleh membiarkan perusahaan besar membuat peraturan untuk AI. Namun dia tidak setuju dengan anggapan bahwa perusahaan-perusahaan ini mencoba memanipulasi peraturan demi keuntungan mereka. Ia menilai aturan dan regulasi yang sedang ramai diperbincangkan belum tentu menguntungkan perusahaan teknologi besar.

Menurut Bengio, usulan peraturan tersebut bertujuan untuk memastikan sistem AI besar yang dibangun oleh perusahaan-perusahaan besar tersebut diawasi dan diatur secara ketat. Artinya, perusahaan besar akan menghadapi pengawasan yang lebih ketat dan biaya yang lebih tinggi. Namun, pemain kecil yang mengerjakan AI yang lebih terspesialisasi atau membuat aplikasi menggunakan sistem AI besar tidak akan tunduk pada peraturan ketat yang sama.

Singkatnya, Bengio ingin memastikan bahwa peraturan AI adil dan tidak dikendalikan oleh beberapa perusahaan besar saja. Ia percaya bahwa peraturan harus memastikan bahwa sistem AI yang kuat dipantau secara ketat. Dengan cara ini, setiap orang dapat memperoleh manfaat dari teknologi AI tanpa khawatir teknologi tersebut akan dikendalikan oleh segelintir orang saja.

You might also like