Setelah Asteroid Bennu, NASA Kirim OSIRIS-REx dalam Misi Pelajari Asteroid 'Dewa Kekacauan' Apophis

Setelah Asteroid Bennu, NASA Kirim OSIRIS-REx dalam Misi Pelajari Asteroid 'Dewa Kekacauan' Apophis

Road.co.id

NASA telah menemukan ribuan asteroid hingga saat ini menggunakan teleskop canggih berbasis darat dan luar angkasa. Daftar asteroid tersebut termasuk asteroid yang berpotensi mengancam nyawa bernama Bennu yang memiliki peluang 1/2700 untuk menabrak Bumi antara tahun 2175 dan 2195. Dengan kemungkinan tersebut, badan antariksa AS melakukan studi terhadap asteroid tersebut dengan mendaratkan pesawat ruang angkasa di atasnya. dan mengumpulkan sampel debu dan batuan, yang baru-baru ini kembali ke Bumi. Kini, NASA telah menggunakan kembali pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx untuk mempelajari asteroid lain yang berpotensi mengancam jiwa, yang mungkin akan berada sangat dekat dengan Bumi dalam dekade ini! Ketahui semua tentang misi God of Chaos NASA untuk mempelajari asteroid Apophis.

Misi Dewa Kekacauan NASA

Setelah mengembalikan sampel yang dikumpulkan dari asteroid Bennu ke Bumi, NASA telah menggunakan kembali pesawat ruang angkasa Origins, Spectral Interpretation, Resource Identification, and Security-Regolith Explorer (OSIRIS-REx) untuk mempelajari pendekatan jarak dekat asteroid Apophis selama pendekatan jarak dekatnya pada tahun 2029. Meskipun tidak akan mengumpulkan sampel dari asteroid ini, pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx akan menyelam dalam jarak 16 kaki dari permukaan asteroid dan menembakkan pendorongnya ke bawah.

Menurut NASA, manuver ini akan mengaduk batuan dan debu di permukaan sehingga para ilmuwan bisa mengintip material yang ada di bawahnya.

Dani Mendoza DellaGiustina, peneliti utama OSIRIS-APEX, mengatakan, “Pendekatan jarak dekat adalah eksperimen alami yang hebat. Kita tahu bahwa gaya pasang surut dan akumulasi material tumpukan puing merupakan proses dasar yang mungkin berperan dalam pembentukan planet. Mereka dapat menginformasikan bagaimana kita berpindah dari puing-puing di awal tata surya hingga ke planet-planet yang sudah besar”.

Apa itu asteroid Apophis?

Asteroid ini diberi nama 99942 Apophis dan diberi sebutan Asteroid 2004 MN4 oleh Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA. Ia juga disebut sebagai asteroid “Dewa Kekacauan”. Nama Asteroid ini diambil dari nama Apophis, ular iblis yang mempersonifikasikan kejahatan dan kekacauan dalam mitologi Mesir kuno.

Menurut NASA, asteroid Asteroid 99942 Apophis akan melakukan perjalanan sangat dekat ke Bumi pada 13 April 2029. Pada hari itu, batuan luar angkasa tersebut akan berada pada jarak 38.000 kilometer dari permukaan Bumi. Jarak ini lebih dekat dibandingkan satelit geostasioner yang mengorbit planet ini. Yang mengherankan, hal ini akan terlihat oleh pengamat di belahan bumi timur tanpa bantuan teleskop atau teropong! Rudal ini akan melakukan perjalanan dengan kecepatan sekitar 26.712 kilometer per jam, yang hampir sama cepatnya dengan Rudal Balistik Antarbenua (ICBM).

Risiko dampak potensial asteroid pada tahun 2029 telah dikesampingkan oleh para ilmuwan, meskipun dampak pada tahun 2036 dan 2068 tetap mengkhawatirkan. Perjalanan asteroid ke Bumi pada tahun 2021 terbukti bermanfaat bagi para ilmuwan karena mereka menggunakan observasi radar yang kuat untuk mempelajari orbit dan lintasan asteroid secara ekstensif.

Menurut Davide Farnocchia dari Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA, “Dampak pada tahun 2068 sudah tidak mungkin terjadi lagi, dan perhitungan kami tidak menunjukkan risiko dampak apa pun setidaknya untuk 100 tahun ke depan.” Oleh karena itu, Asteroid 99942 Apophis diperkirakan tidak akan menabrak permukaan bumi setidaknya selama satu abad.

You might also like