Teleskop luar angkasa Astrosat ISRO mendeteksi ledakan sinar gamma paling kuat

Teleskop luar angkasa Astrosat ISRO mendeteksi ledakan sinar gamma paling kuat

Road.co.id

Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) kembali membuat penemuan besar berkat teleskop luar angkasa Astrosat dengan menangkap ledakan sinar gamma yang sangat besar. Semburan sinar gamma ini dianggap sebagai ledakan paling dahsyat yang pernah diketahui di alam semesta. Teleskop luar angkasa Astrosat adalah teleskop luar angkasa multi-panjang gelombang pertama di India. Semburan yang ditangkap tersebut merupakan deteksi teleskop ke-600 atas ledakan GRB yang begitu dahsyat. Para ahli percaya bahwa memperoleh pengetahuan lebih lanjut tentang fenomena tersebut dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang lingkungan ekstrem dan fisika dasar alam semesta. Ketahui lebih banyak tentang penemuan ini.

Temuan teleskop luar angkasa Astrosat ISRO

Menurut laporan India Today, teleskop ISRO menangkap Ledakan Sinar Gamma (GRB) ke-600 yang secara ilmiah dikenal sebagai peristiwa GRB 231122B. Ledakan tersebut dianggap sebagai ledakan paling dahsyat di alam semesta dan juga dapat mengakibatkan terciptanya lubang hitam karena energi yang dilepaskannya sangat besar. Semburan ledakannya sangat terang sehingga menjadikannya peristiwa dahsyat di kosmos.

Kami sekarang ada di WhatsApp. Klik untuk bergabung

Sesuai laporan, instrumen bernama Cadmium Zinc Telluride Imager (CZTI) milik AstroSat bertanggung jawab untuk mendeteksi semburan sinar gamma (GRB). ISRO melaporkan bahwa instrumen tersebut memiliki kemampuan unik dalam mengukur polarisasi sinar-X yang juga bertindak sebagai detektor terbuka melebihi 100 keV. Temuan yang dikumpulkan oleh CZTI ISRO akan memungkinkan para ilmuwan untuk memiliki pemahaman lebih dalam tentang peristiwa-peristiwa tersebut serta dampaknya terhadap lingkungan alam semesta.

India Today mengutip Prof. Varun Bhalerao di IIT-Bombay, “Kami bangga dengan apa yang telah dicapai AstroSat. Untuk mencapai keberhasilan ini, berbagai lembaga telah berkumpul dan mengusulkan untuk membangun Daksha, teleskop luar angkasa GRB generasi berikutnya yang akan jauh lebih baik daripada satelit mana pun di seluruh dunia. Daksha akan cukup sensitif untuk mendeteksi dalam waktu satu tahun apa yang dilakukan CZTI dalam delapan tahun.”

Tentang teleskop luar angkasa Astrosat

Astrosat merupakan Observatorium Astronomi Luar Angkasa pertama di India yang diluncurkan pada 28 September 2015. Observatorium ini diposisikan pada orbit inklinasi untuk mempelajari sifat temporal dan spektral sumber kosmik galaksi dan ekstragalaksi. Astrosat dilengkapi dengan lima muatan utama: Ultra Violet Imaging Telescope (UVIT), Large Area X-ray Proportional Counter (LAXPC), Cadmium–Zinc–Telluride Imager (CZTI), Soft X-ray Telescope (SXT), dan Scanning Sky Monitor (SSM).

Satu hal lagi! HT Tech sekarang ada di Saluran WhatsApp! Ikuti kami dengan mengklik link tersebut agar Anda tidak ketinggalan update apapun dari dunia teknologi. Klik Di Sini untuk bergabung sekarang!

You might also like