Terbang lintas asteroid hari ini! Batuan luar angkasa seukuran pesawat terbang akan melewati Bumi dari jarak dekat, ungkap NASA

Terbang lintas asteroid hari ini!  Batuan luar angkasa seukuran pesawat terbang akan melewati Bumi dari jarak dekat, ungkap NASA

Road.co.id

Sebanyak dua asteroid melewati Bumi kemarin. Salah satunya berukuran rumah dengan lebar 56 kaki, sedangkan yang lainnya lebih kecil dan hampir sebesar bus. Meskipun kedua batuan luar angkasa ini melewati planet ini dari jarak dekat, NASA telah melacak orbitnya dan memastikan bahwa batuan tersebut tidak akan berdampak pada permukaan. Hal ini dimungkinkan karena NASA menggunakan teleskop seperti Pans-STARRS1 di Maui, Hawaii, dan Catalina Sky Survey dekat Tucson, Arizona, untuk mendeteksi objek dekat Bumi seperti asteroid dan komet. Ia juga menggunakan radar berbasis darat untuk mengumpulkan informasi akurat tentang lintasan dan atribut asteroid. Dengan menggunakan teknologi canggih tersebut, Badan Antariksa AS berhasil mengungkap asteroid yang diperkirakan akan melewati Bumi hari ini, 14 Maret.

Baca juga: 8 Asteroid Paling Berharga di Tata Surya Kita

Asteroid 2024 EH3

Asteroid tersebut ditemukan oleh Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) NASA, yang bertanggung jawab untuk memantau langit dan mengawasi berbagai Objek Dekat Bumi (NEO). Itu telah ditetapkan sebagai Asteroid 2024 EH3. Batuan luar angkasa dekat Bumi ini diperkirakan akan melakukan pendekatan terdekatnya dengan planet pada jarak 2,49 juta kilometer pada hari ini, 13 Maret.

NASA mengatakan ia sudah bergerak menuju Bumi dengan kecepatan sangat tinggi sekitar 36.517 kilometer per jam, yang jauh lebih cepat daripada Rudal Balistik Antarbenua (ICBM)! Dari segi ukuran, asteroid ini memiliki lebar 93 kaki sehingga hampir sebesar pesawat terbang. Meskipun mendekati planet ini, diperkirakan tidak akan berdampak pada permukaan.

Asteroid 2024 EH3 termasuk dalam kelompok Asteroid Dekat Bumi Apollo, yaitu batuan luar angkasa yang melintasi Bumi dengan sumbu semi-mayor lebih besar dari sumbu Bumi. Nama asteroid ini diambil dari nama asteroid Apollo tahun 1862 yang sangat besar, yang ditemukan oleh astronom Jerman Karl Reinmuth pada tahun 1930-an.

Baca juga: Apa itu asteroid dan bagaimana ESA melacaknya

Ia telah melewati Bumi sebelumnya dan ini bukan pendekatan jarak dekat pertamanya ke Bumi. Asteroid ini pertama kali melewati Bumi pada 8 Februari 1940 dengan jarak sekitar 69 juta kilometer. Setelah hari ini, ia akan kembali mendekati Bumi pada 9 Juni 2029 dengan jarak 66 juta kilometer.

Satu hal lagi! Kami sekarang ada di Saluran WhatsApp! Ikuti kami di sana agar Anda tidak ketinggalan update apa pun dari dunia teknologi. ‎Untuk mengikuti saluran HT Tech di WhatsApp, klik Di Sini untuk bergabung sekarang!

You might also like