Video deepfake Rashmika Mandanna: Setelah penyalahgunaan AI, Meta membantu melacak 4 tersangka

Video deepfake Rashmika Mandanna: Setelah penyalahgunaan AI, Meta membantu melacak 4 tersangka

Road.co.id

Video deepfake Rashmika Mandanna: Empat tersangka yang terlibat dalam pengunggahan video deepfake aktor Rashmika Mandana secara online telah dilacak dan perburuan sedang dilakukan untuk menangkap konspirator utama, kata polisi pada hari Rabu. Namun, keempat tersangka tersebut ternyata adalah pengunggah, bukan pencipta, kata polisi seraya menambahkan bahwa mereka sedang mencari konspirator utama dalam kasus tersebut. Dari empat tersangka, tiga telah dilacak berdasarkan rincian yang diberikan oleh Meta, perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Penyelidikan menemui kendala karena terdakwa dilaporkan telah menghapus dan menghapus informasi dari akun mereka, sehingga menyulitkan pihak berwenang untuk menemukan mereka. Pakar siber Kepolisian Delhi saat ini sedang mencari konspirator utama di balik postingan tersebut.

Video deepfake yang menampilkan aktor tersebut kemungkinan besar diunggah menggunakan identitas palsu, dan penggunaan Virtual Private Network (VPN) menambah kesulitan dalam melacak pelaku.

Sudah sebulan sejak Kepolisian Delhi mendaftarkan Laporan Informasi Pertama (FIR) di Sel Khusus sehubungan dengan video deepfake yang dibuat oleh AI dari aktris Rashmika Mandana.

Sebelumnya, Komisi Wanita Delhi juga telah meminta tindakan atas video deepfake aktris Rashmika Mandana, yang beredar luas di platform media sosial.

Menteri Persatuan Komunikasi, Elektronika dan IT Ashwini Vaishnaw mengatakan pada tanggal 18 November bahwa pemberitahuan dikeluarkan untuk semua platform media sosial yang mengarahkan mereka untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan menghapus konten tersebut.

Unit IFSO (Kebebasan dan Keamanan Internet untuk Pengguna Online) Kepolisian Delhi sebelumnya mengirim surat ke Meta (sebelumnya Facebook) tetapi perusahaan media sosial tersebut menanggapinya dengan menyatakan ketidakmampuannya memberikan rincian akun yang dihapus tersebut.

Sumber tersebut menginformasikan bahwa polisi sedang menunggu balasan dari GoDaddy (registrasi domain internet yang diperdagangkan secara publik) karena profil serupa juga dibuat melalui GoDaddy.

Menyoroti bahaya deepfake, Ashwini Vaishnaw mengatakan pada tanggal 18 November saat berinteraksi dengan media, “Deepfake adalah masalah besar bagi kita semua. Kami baru-baru ini mengeluarkan pemberitahuan ke semua media sosial besar, meminta mereka mengambil langkah untuk mengidentifikasi deepfake , untuk menghapus konten tersebut. Platform media sosial telah merespons. Mereka mengambil tindakan. Kami telah meminta mereka untuk lebih agresif dalam pekerjaan ini.”

Pada tanggal 6 November, video modifikasi aktor Rashmika Mandanna muncul secara online, memicu diskusi tentang keamanan digital. Dalam video viral tersebut terlihat seorang wanita mirip aktris Rashmika memasuki lift dengan mengenakan baju renang berwarna hitam.

Video tersebut dengan cepat menjadi viral dan beberapa pengguna media sosial mengonfirmasi bahwa itu adalah deepfake.

You might also like